PERKEMBANGAN TEKNOLOGI WEBSITE

Pada zaman ini komputer sudah bukan barang aneh. Dirumah, sekolah, dan kantor – kantor kita dapat dengan mudah menemukan komputer. Bahkan, komputer sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Dengan begitu artinya perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat, dan tidak terbendung lagi setiap harinya dari produk – produk teknologi yang bermunculan, maka dalam isi wacana saya ini merangkum bahwa tidak terkecuali pesatnya teknologi website di Indonesia bahkan seluruh dunia.

Secara khusus tidak ada ilmu yang mempelajari dalam mengklasifikasian website, namun beberapa praktisi di bidang teknologi website maupun teknologi informasi telah membagi jenis website berdasarkan teknologi dan cara penggunaannya menjadi web 1.0, 2.0 dan 3.0.

Web 1.0

Web 1.0 merupakan teknologi awal dari sebuah website, teknologi ini masih statis dimana antara pembuat website dan penikmat website hanya tejadi komunikasi 1 arah dimana pembuat sebagai pemberi informasi dan penikmat hanya sebagai pembaca, layaknya seperti membaca Koran, namun bedanya ini membaca lewat computer, aktifitas ini hanya sebatas searching.

Halaman pada web ini masih terkesan “hampa” bahasa yang digunakan juga masih bahasa HTML saja.

Web 2.0

Era Web 2.0 akhirnya datang sekitar tahun 2003 atau 2004, para pengguna website-pun mulai dimanjakan dengan berbagai fasilitas, kita bisa berkomunikasi 2 arah, tidak hanya dengan webmaster namun dengan orang lain di belahan dunia yang lain, kita dapat membuat suatu komunitas tanpa harus bertemu secara fisik, informasi semakin mudah didapat dengan halaman web yang menarik, sehingga kita tidak bosan dan masih banyak lagi. Dalam perkembangannya ada beberapa karakteristik dari web 2.0, yaitu :

The Web as Platform

Website dalam aplikasi web 2.0 kini adalah platform, jadi kita dapat mengerjakan semuanya dengan menggunakan media internet, biasanya kita menggunkan media dekstop untuk mengerjakan penulisan, penghitungan maupun presentasi namun kita dapat langsung mengerjakannya melalui internet jadi tidak usah lewat windows lagi, bisa langsung dipakai tanpa harus lama menginstall.

Harnessing Collective Intelligence

Maksud dari pernyataan diatas, web 2.0 memiliki keinerja yang unik dia memanfaatkan tulisan orang untuk mengisi kontennya secara kolektif, jadi udah ga jaman webmaster mengisi sendiri konten webnya, contohnya seperti youtube.com, youtube hanya sebagai media tetapi yang mengisi video yang ada di dalamnya ya orang lain yang ingin mempublikasi film atau video yang dimilikinya.
Data is the Next Intel Inside

Slogan “Intel Inside” telah melambungkan nama prosesor Intel di kalangan pengguna komputer. Trademark tersebut telah menjadi suatu garansi kepercayaan dari pengguna akan kemampuan komputer yang akan ataupun sudah dibelinya.

Dalam hal ini juga yang dipraktekan para penyuplai data kepada para pemilik website untuk memberikan garansi kepercayaan, jadi pada era web 2.0 data sangatlah penting dan harus di update setiap waktu.
End of the Software Release Cycle

Maksudnya buat para pembuat software harus merubah cara penjualan, soalnya di era web 2.0 kalau mau pakai software tidak usaha capek – capek menginstall, sekarang aplikasi sudah dapat digunakan langsung, sekaran jamanya software tidak dijual “bungkusan” lagi tapi sudah jadi layanan di internet, soalnya swebsite sudah dapat menjadi platform untuk menjalankan program, kalau dulu software keluar tiap 3 bulan sekali sekarang jamannya software keluar tiap hari alias selalu di update setiap waktu. Jadi produsen yang lambat akan ketinggalan soalnya software – software aplikasi sudah jadi layanan di internet.
Lightweight Programming Models

Maksud yang ini adalah pembuatan web 2.0 menggunakan bahasa yang “ringan”, jadi suatu aplikasi bisa kita buat jadi aplikasi baru, seperti google map bisa dibuat untuk program aplikasi HousingMap.

Web 3.0

Menarik sekali telah mengetahui perkembangan dan penampilan web 2.0 dengan lagu yang berjudul “The Web as Platform”, “Hernessing collective intelligence”, “Data is the next intel inside”, “End of the software release cycle”, dan “Lightweight Programming models”, kini kita akan dipukau oleh web 3.0.

Belum ditemukan definisi yang jelas dari web 3.0 ( yang jelas lebih baik dari web 2.0 ), saya mengutip beberapa karakteristik dari web 3.0 dari PC magazine dan Sramana yaitu :

Menurut PC magazine karakteristik dari web 3.0 adalah :

Semantic Web. Sebuah web dengan kemampuan membaca situs semudah manusia membacanya. Satu informasi yang dibutuhkan oleh manusia dapat dengan mudah tersajikan dengan korelasi informasi yang tepat dan cepat.

The 3D Web. Nuansa Web semakin menarik dengan adanya kemampuan visual 3D. Tanpa harus meninggalkan rumah maka kita dapat mengunjungi berbagai tempat di dunia lain secara virtual dengan kemampuan akses data dan interaksi secara realtime.

The Media-Centric Web. Keyword bukan lagi satu-satunya cara untuk mendapatkan informasi yang dituju. Photo, audio, video akan menjadi cara lain untuk mencari informasi yang kita inginkan. .

The Pervasive Web. Web akan dengan mudah diakses dengan berbagai cara dan alat berbeda. Intinya everywhere, anytime dapat akses web. Sementara kemudahan koneksi akan semakin berkembang, berbagai alat-alat elektronika akan mendukung upaya kemudahan koneksi internet. Maka koneksi internet tidak hanya sebatas di kantor, kampus, bahkan di kereta, bis, pasar, kamar tidur dll.

Menurut Sramana web 3.0 dapat di formulasikan sebagai berikut :

Web 3.0 = (4C + P + VS) dimana :

4 C : Content, Commerce, Community,  Context

P : Personality

VS : Virtual Search

Dengan formulasi tersebut, maka Web 3.0 adalah :  a personal assistant who knows practically everything about you and can access all the information on the Internet to  answer any question.

Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah – olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Pada generasi web 3.0 sudah seperti asisten pribadi kita. Web mulai mengerti kebutuhan kita dengan bisa memberi saran atau nasehat kita, menyediakan apa yang kita butuhkan.

Web ini dapat menggunakan teknologi 3D animasi, kita bisa membuat profil avatar yang sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia nyata. Kita bisa berjalan-jalan, pergi ke mall, bercakap-cakap dengan teman yang lain. KEsimpulannya, Web 3.0 adalah dunia virtual kita.

Secara umum web 3.0 ini terdiri dari :

  • Web semantic
  • Format mikro
  • Pencarian dalam bahasa pengguna
  • Penyimpanan data dalam jumlah besar
  • Pembelajaran lewat mesin
  • Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web

Dengan demikian tak heran jika teknologi informasi dan komunikasi telah mengalami perkembangan sangat pesat yang bragkali tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s